Riset Keyword & Search Intent
- Beda jenis keyword: head, body, long-tail
- Empat tipe search intent
- Cek SERP dulu sebelum menulis konten
3.1 Jenis Keyword
| Jenis | Contoh | Volume | Persaingan | Cocok Untuk |
|---|---|---|---|---|
| Head | "SEO" | Sangat tinggi | Sangat tinggi | Brand besar |
| Body | "panduan SEO" | Menengah | Menengah | Pillar page |
| Long-tail | "cara riset keyword dari nol" | Rendah | Rendah | Artikel spesifik |
3.2 Search Intent
| Intent | Tujuan Pengguna | Format Konten | Kata Kunci Petunjuk |
|---|---|---|---|
| Informational | Cari informasi | Artikel, panduan, FAQ | cara, apa itu, panduan |
| Navigational | Cari situs/brand | Homepage, login | nama brand + login |
| Commercial | Bandingkan sebelum beli | Review, perbandingan | terbaik, review, vs |
| Transactional | Siap membeli | Halaman produk/jasa | beli, harga, order |
FAQFAQ Artikel 3
Apa topik Materi 3 — Riset Keyword & Search Intent?
Riset keyword itu pondasi SEO. Tanpa paham kata kunci dan niat pencarian, konten bisa terlihat bagus secara teknis tapi tidak menjawab kebutuhan pengunjung.
Apa beda keyword head, body, dan long-tail?
Head — kata pendek, volume sangat tinggi, persaingan keras (contoh: “SEO”). Body — frasa menengah, cocok untuk pillar page (contoh: “panduan SEO”). Long-tail — frasa spesifik, volume rendah, konversi lebih tinggi (contoh: “cara riset keyword dari nol”).
Apa empat tipe search intent?
Informational — cari informasi (cara, apa itu). Navigational — cari situs/brand tertentu. Commercial — bandingkan sebelum beli (review, terbaik). Transactional — siap membeli (harga, order, daftar).
Mengapa harus cek SERP sebelum menulis konten?
SERP menunjukkan format yang Google anggap relevan untuk keyword tersebut — artikel, video, produk, atau FAQ. Menyesuaikan format dan depth konten dengan SERP meningkatkan peluang ranking dan CTR.